ASAL-USUL SUKU DESA LONG LAME
Penduduk yang mendiami wilayah Desa Long Lame Merupakan suku Punan Benalui. Sekretaris Adat menceritakan bahwa masyarakat Desa Long Lame berasal dari Sungai Silat, Anak Sungai Baram di Serawak, Malaysia. Karena terjadi perkelahian, mereka pindah ke daerah Sungai Bahau. Dari sungai Bahau kembali terjadi perpindahan dikarenakan adanya wabah penyakit yang tidak diketahui dan memakan banyak korban jiwa saat itu. Perpindahan tersebut di bagi menjadi dua kelompok. Kelompok I berpindah ke daerah Blau Mangga dan kelompok II berpindah ke daerah Sungai Taket. Setelah menetap cukup lama di desa Long Lame yang berada di Sungai Taket, warga desa berpindah lagi ke daerah Desa Long Aran pada tahun 1998. Perpindahan dari pemukiman di Sungai Lame disebabkan karena terjadinya wabah kolera pada tahun1998 dan juga banjir bandang tahun 1994 yang mengakibatkan rumah panjang hanyut yang mengakibatkan masyarakat pindah ke Long Aran. Dan di tahun 2015 warga Desa Long Lame sudah mulai kembali ke Daerah yang semula yang berada di sungai Taket, sampai saat ini warga desa yang mendiami Sungai Taket masih satu RT saja. Masyarakat Desa Long Lame sejak kurang lebih 27 tahun bergabung di pemukiman Long Aran. Long Aran terletak di pinggir Sungai Bahau sekitar 30 menit di hilir dari Long Pujungan, ibukota Kecamatan Pujungan. Ke arah hilir tidak ada desa lain sampai ke Kuala Sungai Bahau dengan Sungai Kayan (sekitar setengah hari milir dengan longboat). Sebab hidup “menumpang” di wilayah Desa Long Aran, maka beberapa fasilitas sosial dan fasilitas umum (sekolah, gereja, balai Adat, dsb) yang digunakan oleh penduduk Desa Long Lame merupakan inventaris Desa Long Aran.